top of page

Belajar Warna dan Budaya Tradisional Melalui Kegiatan Jumputan Day RA Sakinah Kebayoran Baru

Gambar penulis: marketing yapi
marketing yapi
13 jam yang lalu
2 menit membaca
Belajar Warna dan Budaya Tradisional Melalui Kegiatan Jumputan Day RA Sakinah Kebayoran Baru

Mengenalkan warisan seni tradisional bangsa kepada usia dini kini dapat dikemas secara menyenangkan tanpa kehilangan nilai edukasinya. Melalui eksperimen seni visual yang langsung melibatkan sensorik anak, murid tidak hanya sekadar menonton, tetapi ikut merasakan proses kreatif membuat karya seni mereka sendiri.


Pengalaman belajar yang berkesan ini tercermin dalam perhelatan kegiatanĀ Jumputan Day RA SakinahĀ Kebayoran Baru. Melalui tajuk "Ikat, Celup, dan Berkreasi!", sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Asrama Pelajar Islam (YAPI) ini mengajak murid-murid untuk berpetualang mengenal gradasi warna sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kearifan budaya Nusantara.



Eksplorasi Tangan dan Warna dalam Kegiatan Jumputan Day RA Sakinah Kebayoran Baru


Suasana ruang kelas dan halaman sekolah bertransformasi menjadi studio seni terbuka. Dengan balutan kaos putih polos yang siap dihias, murid-murid mengikuti setiap tahapan pembuatan batik celup (tie-dyeĀ tradisional) dengan antusias.


Proses kreatif dalam kegiatanĀ Jumputan Day RA SakinahĀ melibatkan beberapa tahap pembelajaran taktil yang melatih keberanian murid:

  • Teknik Mengikat Kain (Sensory & Motoric): Murid diajarkan cara memegang, melipat, dan mengikat bagian-bagian kain menggunakan karet elastis. Proses mengikat ini membutuhkan kekuatan jemari serta kerapian agar pola ikatan membentuk corak yang unik saat diwarnai.

  • Proses Pencelupan dan Penetesan Pewarna: Dengan bimbingan para guru, murid-murid secara aktif memilih perpaduan warna favorit mereka. Momen ketika cairan warna meresap ke dalam serat kain menjadi pengalaman sains sederhana yang menakjubkan bagi anak-anak.

  • Proses Membuka Ikatan dan kejutan Karya: Sesi paling dinantikan adalah saat karet ikatan dibuka. Senyum bangga terpancar dari raut wajah murid saat melihat kaos putih mereka berubah menjadi busana bermotif batik jumputan yang penuh warna.



Nilai Perkembangan Anak di Balik Seni Batik Jumputan


Seni kain tradisional tidak hanya menyajikan nilai estetika visual. Mengikutsertakan murid dalam kegiatanĀ Jumputan Day RA SakinahĀ memberikan banyak stimulus positif bagi tumbuh kembang mereka:

  1. Melatih Ketelitian dan Kesabaran Membuat batik jumputan memerlukan urutan proses yang tidak bisa terburu-buru. Murid diajak bersabar menunggu setiap tahapan pewarnaan dan pengeringan hingga hasil akhirnya terlihat sempurna.

  2. Menumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Ekspresi Diri Setiap hasil ikatan menghasilkan pola yang berbeda dan tidak ada karya yang salah. Kebebasan memilih warna ini membangun rasa percaya diri murid atas hasil karya tangan mereka sendiri.

  3. Mengenal dan Bangga Terhadap Budaya Nusantara Pengalaman langsung membuat kain batik mengarahkan cara pandang murid bahwa warisan budaya Indonesia adalah hal yang keren, indah, dan patut dijaga kelestariannya.



Bersama YAPI Al Azhar Mendukung Potensi Terbaik Si Kecil


Setiap sapuan warna dan helai kain yang diikat murid dalam kegiatan ini menyimpan potensi besar yang sedang berkembang. RA Sakinah Kebayoran Baru dan YAPI Al Azhar terus berkomitmen menyediakan wahana pendidikan anak usia dini yang seimbang antara pembelajaran akademis, penanaman karakter Islami, serta kebebasan berkreasi.


Mari terus kita dukung masa emas tumbuh kembang si kecil agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berwawasan luas, kreatif, percaya diri, dan bangga akan kebudayaan bangsanya!


Komentar


bottom of page