
Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ di SMA Islam Al Azhar 33 Jatimakmur: Meneladani Spirit Shalat dan Akhlak Mulia
Jan 20
Bacaan 2 menit
2
0

SMA Islam Al Azhar 33 Jatimakmur menyelenggarakan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ sebagai bagian dari pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi para murid. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengajak seluruh warga sekolah memahami kembali makna salah satu peristiwa agung dalam sejarah Islam yang sarat akan hikmah dan teladan kehidupan.
Mengusung tema “Meneladani Spirit Isra’ Mi’raj untuk Mewujudkan Generasi Disiplin Shalat dan Berakhlak Mulia”, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai peringatan seremonial, tetapi juga sebagai sarana edukatif dan reflektif bagi murid dalam menumbuhkan kesadaran spiritual serta pembiasaan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Memahami Makna Isra’ Mi’raj sebagai Fondasi Keimanan
Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa luar biasa yang dialami oleh Nabi Muhammad ﷺ, di mana beliau diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian naik ke Sidratul Muntaha dalam satu malam. Dari peristiwa inilah umat Islam menerima perintah shalat lima waktu yang menjadi tiang agama dan pembeda antara keimanan dan kelalaian.
Melalui kegiatan peringatan ini, murid diajak untuk memahami bahwa shalat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan sarana pembentukan karakter. Shalat melatih kedisiplinan waktu, ketundukan kepada Allah SWT, serta menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab sebagai hamba dan khalifah di muka bumi.
Menumbuhkan Disiplin Shalat Sejak Dini melalui Peringatan Isra’ Mi’raj
Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan disiplin shalat sebagai bagian dari gaya hidup murid. Di lingkungan SMA Islam Al Azhar 33 Jatimakmur, pembiasaan ibadah menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang unggul secara akademik sekaligus kuat secara spiritual.
Melalui tausiyah dan penyampaian materi yang inspiratif, murid diajak untuk merefleksikan kualitas shalat yang selama ini dijalani, baik dari segi ketepatan waktu, kekhusyukan, maupun konsistensinya. Diharapkan, kesadaran ini tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga terbawa hingga ke rumah dan masyarakat.
Membentuk Murid Berakhlak Mulia
Selain menekankan pentingnya shalat, peringatan Isra’ Mi’raj juga menjadi sarana pembinaan akhlak mulia. Akhlak Rasulullah ﷺ yang penuh keteladanan, kejujuran, kesabaran, dan kepedulian sosial menjadi contoh nyata yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan murid masa kini.
Melalui kegiatan ini, murid didorong untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam bersikap, bertutur kata, dan berinteraksi, baik dengan guru, teman, maupun lingkungan sekitar. Akhlak yang baik diyakini akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan beradab.
Komitmen Sekolah dalam Pendidikan Karakter Islami
Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ ini menjadi bukti nyata komitmen SMA Islam Al Azhar 33 Jatimakmur dalam menghadirkan pendidikan yang holistik. Sekolah tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan keimanan, kedisiplinan, dan karakter murid sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Melalui kegiatan keagamaan yang rutin dan bermakna, sekolah berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah ﷺ dapat tertanam kuat dalam diri setiap murid. Dengan demikian, mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia, sesuai dengan visi pendidikan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.



















