top of page

Menumbuhkan Budaya Literasi, SMA Islam Al Azhar 33 Jatimakmur Luncurkan Buku Antologi Puisi “Jejak Rasa dalam Kata”

  • Gambar penulis: marketing yapi
    marketing yapi
  • 1 jam yang lalu
  • 3 menit membaca




Tim Literasi SMA Islam Al Azhar 33 Jatimakmur bersama Kepala Sekolah Meluncurkan Buku Antologi Puisi Karya Murid dan Guru
Tim Literasi SMA Islam Al Azhar 33 Jatimakmur bersama Kepala Sekolah Meluncurkan Buku Antologi Puisi Karya Murid dan Guru


BEKASI – Sabtu (23/5) dalam upaya nyata menumbuhkan dan meningkatkan budaya literasi di kalangan generasi muda, SMA Islam Al Azhar 33 Jatimakmur sukses menggelar kegiatan kokurikuler berupa peluncuran buku antologi puisi perdana karya guru dan murid. Buku yang diberi judul Jejak Rasa dalam Kata ini merupakan sebuah kolaborasi apik yang digagas oleh Kepala Sekolah dan guru Bahasa Indonesia dengan melibatkan seluruh murid serta dewan guru SMA Islam Al Azhar 33. 



Komitmen Melahirkan Karya Perdana


Kepala SMA Islam Al Azhar 33, Sigit Raharjo, mengungkapkan  rasa bangga sekaligus apresiasinya atas dedikasi seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, melahirkan sebuah karya cetak di tingkat sekolah bukanlah perkara yang instan.

"Untuk membuat suatu buku antologi puisi yang perdana, dibutuhkan SDM yang memang berkomitmen untuk memproduksi sebuah karya. Proses ini tidak gampang dan tidak semuanya bisa. Namun ternyata, angkatan pertama ini sudah mampu membuktikan bahwa mereka bisa menerbitkan suatu karya,” ujarnya dengan penuh rasa bangga.

Tidak berhenti sampai di sini, ia juga telah merancang rencana program literasi lanjutan untuk melangkah ke tahap berikutnya, yaitu fokus pada penulisan esai ilmiah.

"Langkah berikutnya adalah penulisan esai ilmiah dengan membiasakan siswa untuk membaca, menulis, dan berdiskusi. Siswa akan diberikan artikel untuk dianalisis. Kemudian, hasil analisis tersebut akan dituangkan ke dalam tulisan dan dipresentasikan," tambahnya. Melalui program berkelanjutan ini, beliau berharap minat literasi murid terus meningkat dan memotivasi mereka untuk terus aktif berkarya lewat tulisan. 



Menembus Kendala, Membimbing Imajinasi Siswa


Di balik suksesnya penerbitan buku ini, tentu ada proses panjang dalam menghadapi berbagai tantangan. Guru Bahasa Indonesia SMAI Al Azhar 33, Alya Nazmi Nurafifah, menceritakan bagaimana dinamika mendampingi para siswa dengan kemampuan menulis yang beragam.

"Kendala utama saat penerbitan buku ini adalah kemampuan menulis murid yang berbeda-beda. Mungkin ada murid yang memang mudah menulis, mudah berimajinasi, dan menuangkan pikirannya ke dalam karya tulis. Namun, ada juga murid yang sebetulnya kaya akan imajinasi, tetapi kesulitan untuk menuliskannya," papar Ibu Alya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, ia menerapkan pendekatan yang personal. Murid yang sudah terbiasa menulis dibiarkan mengeksplorasi kemampuannya secara mandiri, sementara murid yang mengalami kesulitan diberikan bimbingan intensif agar imajinasi mereka bisa tercurah menjadi bait-bait puisi yang indah.

Ia menaruh harapan besar agar buku antologi ini menjadi pemantik keberanian bagi siswa-siswi dalam mengekspresikan diri. "Harapan saya, dengan terbitnya buku antologi ini, siswa-siswi punya keberanian untuk menyampaikan perasaan dan pikirannya. Di zaman sekarang, banyak remaja yang cenderung tertutup dan bingung dengan perasaan mereka sendiri. Semoga lewat buku ini mereka lebih berani mengekspresikan diri, program ini bisa berkelanjutan ke angkatan seterusnya, serta minat literasi di SMAI Al Azhar 33 makin bertumbuh dan berkembang," harapnya.



Apresiasi Penulis Terbaik: Dari Tantangan Menjadi Prestasi


Launching buku ini dilengkapi dengan pemberian penghargaan bagi penulis puisi terbaik. Salah satu siswi kelas 10 yang berhasil meraih penghargaan tersebut adalah Naya Aretina. Naya membagikan pengalamannya mengenai tantangan yang ia hadapi hingga akhirnya terpilih sebagai yang terbaik.



Pemberian Sertifikat Penulis Terbaik Buku Antologi Puisi Jejak Rasa dalam Kata
Pemberian Sertifikat Penulis Terbaik Buku Antologi Puisi Jejak Rasa dalam Kata


"Perasaan aku senang banget dan bangga karena bisa menjadi salah satu penulis terbaik. Penghargaan ini memotivasi aku untuk terus mengembangkan skill menulis ke depannya," ungkap Naya penuh haru dan bahagia.
Ia juga mengakui bahwa proses kreatifnya sempat menemui hambatan di awal. "Tantangan terberatnya saat pertama kali menulis adalah sulit mencari diksi atau kata-kata yang pas untuk puisi tersebut. Tapi Alhamdulillah, perlahan-lahan saya bisa mengalir dan menulis puisinya dengan lancar," pungkas Naya.

Acara peluncuran buku Jejak Rasa dalam Kata ini diharapkan tidak hanya sekadar perayaan seremonial, melainkan menjadi momentum awal bangkitnya generasi emas SMAI Al Azhar 33 Jatimakmur yang literat, kritis, dan berani berkarya.

 

Penulis: Bhremantyo Ahmad Ganendra dan Alika Putri Armalia

Foto: Haryobimo Caesariandi M


Komentar


bottom of page